Longsor Di Penambangan Batu Mangan Akibatkan Dua Korban Tewas Karena Kehabisan Oksigen

Bb-zoom.org – Peristiwa longsor yang terjadi di sebuah tempat yang biasanya dilakukan kegiatan penambangan batu mangat mengakibatkan dua orang penambang dan korban lainnya mengalami luka yang cukup- parah.

Lokasi penambangan tersebut berlokasi di Gunung Sadeng, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember menelan korbannya yang tewas sebanyak dua orang yang dalam waktu lama tertimbun dan diduga kehabisan oksigen.

Seluruh orang yang menjadi korban saat ini sudah dilarikan ke klinik Graha Puger Sehat (GPS) Puger.

“Ada 4 korban yang dibawa ke sini. Dua meninggal dan dua masih hidup. Korban meninggal dibawa ke sini lebih dulu. Menurut yang membawa, korban meninggal ini tertimbun sekitar 30 menit,” kata perawat GPS Puger, Ryan Satria, Minggu (29/7/2018).

Waktu korban pada saat tertimbun reruntuhan lumayan dalam waktu yang cukup lama. Hal itulah yang menjadi penyebab korban tidak bisa bernafas dan juga kehilangan oksigen dibawah longsoran.

“Penyebab utamanya adalah kehabisan oksigen karena tertimbun cukup lama, sekitar 30 menit,” kata Ryan.

Korban meninggal yang pertama kali dibawa ke GPS adalah Heri. Sedangkan korban meninggal bernama Hasan dibawa ke GPS selang satu jam kemudian.

“Kalau dilihat dari kondisi korban yang meninggal itu, lebih parah Hasan, soalnya dia tertimbun lebih banyak batu dan lebih lama,” terang Ryan.

Mengenai kondisi fisik korban, tubuh Heri tidak terlihat adanya luka. Diperkirakan dia meninggal hanya karen kehabisan oksigen.

“Yang atas nama Hasan, kalau dilihat kasat mata, lukanya ada di bagian wajah, dada, paha. Rata semuanya, ujung rambut sampai ujung kaki. Soalnya kan tertimbun batu-batu besar,” sambung Ryan.

Sedangkan dua korban selamat, Bayu dan Tomi mengalami luka ringan. Hingga saat ini, keduanya masih dirawat di GPS Puger.

“Kalau yang Tomi, menurut dokter luka biasa aja, memar-memar. Terus yang Bayu ada luka sobek di telinga dan butuh ada jahitan. Tapi kondisinya sudah baik. Ini masih dalam observasi, belum boleh pulang,” pungkas Ryan.

Author: Agung Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019 Berita Terbaru Untuk Kita | Design by ThemesDNA.com
top